DPC KWRI adakan kegiatan FGD Peningkatan kapasitas Wartawan

WAY KANAN, Tellisik.id-Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Way Kanan Yusron Latif, S.H. M.M membuka acara FGD  Peningkatan kapasitas Wartawan yang tergabung dalam organisasi Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang berlangsung di Camp Taruna Cafe & Restoran Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Umpu Semenguk, kamis (05/10/2023)


Kegiatan dihadiri Dewan Pembina, Dewan Etik dan dan Seluruh jajaran KWRI beserta Organisasi Wartawan yang ada dikabupaten Way Kanan.
Bertindak sebagai Narasumber Dedi Iskandar,S.H, MH Kabid Kesbangpol, Sigit Dwi Swardi, S.Pd Pimpinan Bawaslu Way Kanan serta  Warseno Pimred Genta Merah.

Kadis Kominfo Way Kanan menyampaikan Ucapan terima kasih kepada yang hadir dalam kegiatan, harapan nya dalam kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pembangunan.

” Kita disini bertukar pengalaman dan menambah wawasan kita dalam pembangunan, media masa saat ini sangat cepat pertumbuhan nya, tapi kita juga harus selektif bukan membatasi, media harus menunjukkan eksistensinya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan mendukung penuh semua Organisasi yang ada dilingkungan Way Kanan, kedepan Media masa dapat memberikan dampak yang baik dalam pembangunan Kabupaten Way Kanan, ucapnya

Ketua KWRI Way Kanan , Ir. M. Fikri ditempat yang sama memberikan apresiasi kepada rekan media yang hadir, Dimana menurut Fikri, apa yang disampaikan oleh para pemateri hendaklah jadi motivasi kepada kita semua agar tetap mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan profesi, agar hubungan wartawan dan  semua pihak bisa terjalin sehingga akan tercipta keseimbangan dalam mengawal setiap kegiatan di kabupaten Way Kanan.

“Terima kasih rekan-rekan yang hadir pada hari ini, Ikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir dengan serius dan serap semua hal yang baik, saya yakin wejangan yang diberikan oleh Pemateri nantinya bisa menjadi motivasi untuk mengembangkan profesionalisme kita sekalian, sekaligus bisa bekerja sama dengan pemerintah dibidang apapun demi pembangunan kabupaten Way kanan yang kita cintai, Mudah-mudahan kita selalu kompak dan selalu menjaga marwah lembaga yang menaungi kita, jangan sampai kita sebagai wartawan tidak diberikan ruang atau tidak diterima untuk meminta keterangan atau mewawancarai narsum yang ingin kita temui, Kedepan KWRI semakin jaya “. Ucap Fikri.

Narasumber dari Kesbangpol Dedi Iskandar memaparkan Dasar menulis adalah 5W1H, Penguatan Fungsi Organisasi kemasyarakatan.
Kebebasan berserikat di jamin dalam konstitusi itu menjadi dasar pijakan dan tidak bertentangan dengan undang-undang.

” Organisasi harus sejalan sesuai dengan AD/ART jangan sampai tidak sejalan, jika sudah tidak sejalan maka bubarlah rumah tangga, dan jangan kita membuat berita Hoak yang akan merusak demokrasi” papar Dedi

Disambung narsum Bawaslu Kabupaten Sigit Dwi Swardi, Profesi menulis sudah ada dari dulu sejak jaman kerajaan, disini kita pahami bahwasanya pentingnya jurnalis di era saat ini.

kembali keranah pemilu yakin Pemilu yang akan di hadapi sukses karena salah satunya hadirnya kawan- kawan media, sigit juga memaparkan PKPU 15 Tahun 2023 tentang Kampanye.

“Dengan tulisan kita akan mengguncang dunia, Kutipan Bung karno Berikan 10 orang Pemuda niscaya kuguncang dunia, Pemuda akan mengguncang dunia itu saya yakin ada ditangan Wartawan”, sambung sigit

Dilanjutkan Pemateri terakhir dari Pimred Genta Merah Warseno, Dalam penyampaian Konteks difinisi, jurnalis adalah mengumpulkan informasi yang akurat dan relevan. Mereka melakukan riset, wawancara, observasi, dan pencarian data untuk mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan dalam melaporkan suatu berita. karena kita tahu dalam tantangan global saat ini Wartawan yang dalam kegiatan jurnalisme dituntut senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas hasil kerjanya.

Untuk mengubah image yang sedikit negatif dimata pemerintah dan masyarakat tentunya pola kerja kita harus benar- benar Profesional, karena tidak dipungkiri masih ada sedikit kesenjangan antara wartawan dan pemerintah akibat ulah sebagian kecil oknum wartawan yang kurang memahami tupoksi sebagai seorang kuli tinta, yang diatur dalam kode etik jurnalis, jangan kita merasa mempunyai KTA kita sudah merasa lebih.

“Kita ketahui bersama dalam kita menjalankan tugas sebagai wartawan kita harus sesuai aturan kita di tuntut untuk selalu  paham, mengerti dan harus membekali diri dengan kemampuan memahami etika dan hukum pers, konsepsi berita, penyusunan dan penyunting berita, serta bahasa.
Dalam menulis berita kita harus tepat dan harus ada narasumber. Prodak jurnalis itu harus memenuhi unsur yaitu narasumber, jika kita sesuai aturan sudah jelas kita di terima untuk mewawancarai narasumber. Dan juga teras berita harus bagus untuk memancing minat baca, karena tidak semua masyarakat bisa menikmati berita yang kita tulis.
Berita yang menarik akan diminati dan di tunggu oleh masyarakat. Menulis juga harus paham tentang kalimat langsung dan tidak langsung.  
Intelektual wartawan saat ini sangat di butuhkan dalam dunia modern agar semua pihak merasakan kehadiran wartawan sebagai aktor yang tegak lurus dalam mengawasi dan memberikan pemahaman tentang kinerja pemerintahan”, Tutupnya. (Wihadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *