Way Kanan, TELLISIK.ID – Semangat gotong royong kembali menguat di tengah masyarakat. Warga Perumahan Daedong RT 04/RW 06, Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, mengaktifkan ronda malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah konkret mengantisipasi maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tindak kejahatan lainnya. Hal itu dikatakan Ketua RT Rizal Pahlevi SE, Minggu (23/2/2026).
Menurut Rizal, Ronda malam bukan sekadar rutinitas berjaga, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas sosial. Melalui kehadiran warga secara bergiliran, ruang gerak pelaku kejahatan dapat dipersempit, sementara rasa aman dan kebersamaan semakin diperkuat.
“Peningkatan kewaspadaan menjadi kebutuhan mendesak. “Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan ronda aktif, kita tidak hanya menjaga kendaraan, tetapi juga menjaga ketenangan seluruh warga,” ujarnya.
Strategi Ronda yang Efektif dan Terorganisir
Agar pelaksanaan Siskamling berjalan optimal, warga menerapkan sejumlah langkah strategis:
1. Jadwal Bergilir yang Disiplin
Seluruh elemen warga dilibatkan dalam jadwal ronda rutin untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.
2. Sarana Pendukung Memadai
Pos ronda dilengkapi penerangan yang cukup, alat komunikasi seperti HT dan grup WhatsApp, serta mekanisme pelaporan cepat bila terjadi hal mencurigakan.
3. Patroli Aktif dan Humanis
Petugas ronda tidak hanya berjaga di pos, tetapi melakukan patroli keliling secara berkala, termasuk mengecek kendaraan yang terparkir di luar rumah.
4. Sinergi dengan Aparat Keamanan
Warga menjalin komunikasi intensif dengan Bhabinkamtibmas setempat guna memastikan respons cepat apabila ditemukan indikasi gangguan keamanan.
Langkah Preventif Tambahan Cegah Curanmor
Selain mengaktifkan ronda, warga juga diimbau menerapkan langkah pencegahan mandiri:
Penggunaan Kunci Ganda: Mengunci stang ke kanan dan menambahkan kunci cakram untuk mempersulit aksi pelaku.
Penerangan Maksimal: Memastikan area parkir dan akses jalan lingkungan terang benderang.
Pemasangan CCTV: Kamera pengawas di pintu masuk perumahan untuk membantu identifikasi.
Portal dan One Gate System: Membatasi akses keluar-masuk lingkungan pada jam tertentu demi kontrol keamanan lebih ketat.
Aktivasi kembali budaya ronda membuktikan bahwa keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan hasil kolaborasi seluruh warga. Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bukanlah sekadar harapan—melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama.(Zul)












